Analisis Distribusi Zakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kota Bukittinggi: Perspektif Maqāṣid Syarīah

Authors

  • Syerly Lia Azharah UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Aidil Alfin UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.62007/joumi.v4i2.863

Keywords:

Community Welfare, Local Government Finance, Maqāṣid Syarī’ah, Regional Own-Source Revenue (PAD), Zakat

Abstract

This study is motivated by the critical importance of zakat and Local Own-Source Revenue (PAD) as two key instruments in supporting improvements in community welfare. Zakat serves as a mechanism for distributing wealth to eligible recipients, while PAD serves as a source of local funding to support public services and development. This study aims to analyze the role of zakat and PAD distribution in improving the welfare of the people of Bukittinggi City and to examine it from the perspective of Maqāṣid Syarī’ah. This study employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as documentation, interviews, and literature review. Data were obtained from official reports of the Bukittinggi City BAZNAS, the Regional Budget (APBD) documents, and community welfare indicators for the 2023–2025 period. The results indicate that zakat plays a role in assisting eligible recipients (mustahik) through health, education, social welfare, da’wah, and economic empowerment programs, although its implementation has declined in some years covered by the study. Meanwhile, local revenue (PAD) contributes by funding public services, infrastructure, education, health, and social protection. From the perspective of Maqāṣid Syarī’ah, zakat and local revenue (PAD) complement each other in safeguarding religion, life, intellect, lineage, and wealth to achieve equitable and sustainable community welfare.

References

Agus Suryono. (2014). Kebijakan Publik untuk Kesejahteraan Masyarakat. Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 6(2).

Alfin, A. (2023). Teori Kontrak Perspektif Muamalah Maliyah. Kota Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.

Al-Qaradawi, Yusuf. (2011). Fiqh az-Zakah (Terjemahan). Jakarta: Litera AntarNusa.

Amachi Zandjani, Tubagus Chairil. (1992). Perpajakan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Amir Syarifuddin. (2008). Ushul Fiqh Jilid 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Anshori, Abdul Ghofur. (2018). Hukum Zakat di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Arikunto, Suharsimi. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Amil Zakat Nasional. (2024). Laporan Kinerja BAZNAS Tahun 2024. Jakarta: BAZNAS RI.

Badan Amil Zakat Nasional Kota Bukittinggi. (2023). Laporan Pengelolaan Zakat Tahun 2023. Bukittinggi: BAZNAS Kota Bukittinggi.

Badan Amil Zakat Nasional Kota Bukittinggi. (2024). Laporan Pengelolaan Zakat Tahun 2024. Bukittinggi: BAZNAS Kota Bukittinggi.

Badan Amil Zakat Nasional Kota Bukittinggi. (2025). Laporan Pengelolaan Zakat Tahun 2025. Bukittinggi: BAZNAS Kota Bukittinggi.

Beik, Irfan Syauqi, & Arsyianti, Laily Dwi. (2016). Ekonomi Pembangunan Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.

Bungin, Burhan. (2017). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Creswell, John W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Hafidhuddin, Didin. (2002). Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani Press.

Husain Jauhar, Ahmad Al-Mursin. (2013). Maqashid Syariah. Jakarta: Amzah.

Ismail Muhammad Syah. (1999). Filsafat Hukum Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Koentjaraningrat. (1992). Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lexy J. Moleong. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Maulani, P. N., & Alfin, A. (2024). Analisis peran zakat produktif dalam meningkatkan pendapatan usaha mikro (Studi kasus: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bukittinggi). Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen, 3(4), 287–296. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v3i4.3134

Mohammad Zulkifli, Arif Darmawan, & Edy Sutrisno. (2014). Motivasi Kerja, Sertifikasi, Kesejahteraan dan Kinerja Guru. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(2).

Nurhayati, & Ali Imran Sinaga. (2019). Fiqh dan Ushul Fiqh. Jakarta: Prenadamedia Group.

Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional. (2023). Outlook Zakat Indonesia 2023. Jakarta: Puskas BAZNAS.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Sudarsono, Heri. (2008). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi. Yogyakarta: Ekonisia.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Yafie, Ali. (1994). Menggagas Fiqh Sosial. Bandung: Mizan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Syerly Lia Azharah, & Aidil Alfin. (2026). Analisis Distribusi Zakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kota Bukittinggi: Perspektif Maqāṣid Syarīah. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 896–916. https://doi.org/10.62007/joumi.v4i2.863

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.