Tanggung Jawab Hukum Pemerintah Atas Ketimpangan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Pemenuhan Hak Atas Kesehatan di Indonesia

Authors

  • Dafirly Salsadilla Dosanto Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Riski Ananda Kusuma Putri Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Alya Synthia Kurniawati Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Muhammad Thufail Ariiq Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Siti Fadila Nuramelia Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Misshouw Meilany Putri Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Muhammad Abdul Azis Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.62007/joumi.v4i2.849

Keywords:

Health Care Facilities, Inequality, Legal Responsibility, Local Government, Right To Health

Abstract

Inequality in health care facilities remains a legal problem because the right to health requires health services to be available, accessible, qualified, and non-discriminatory. This study analyzes the legal construction of health facility inequality in fulfilling the right to health in Indonesia and formulates a prescriptive model for strengthening the responsibility of the central and local governments. This research uses normative legal research with statutory and conceptual approaches, while the analysis is conducted descriptively and prescriptively. The study finds that health facility inequality cannot be reduced to differences in the number of facilities because it also concerns the distribution of authority, minimum service standards, availability of health workers, digital infrastructure, financing, referral systems, and supervision. Indonesian health law has regulated the government’s responsibility for equitable access, yet it has not fully established an accountability mechanism connecting equitable distribution with planning, budgeting, evaluation, and policy correction. This study proposes a rights-based accountability model for health facility equalization by integrating needs mapping, minimum standards, affirmative policy for vulnerable regions, data integration, participatory evaluation, and administrative incentives and sanctions.

References

Adiyanta, F. C. S. (2020). Urgensi kebijakan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) bagi penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Administrative Law & Governance Journal, 3(2), 272–299. https://doi.org/10.14710/alj.v3i2.272-299

Ardinata, M. (2020). Tanggung jawab negara terhadap jaminan kesehatan dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal HAM, 11(2), 319–332. https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.319-332

Astuti, E. K. (2024). Peran BPJS Kesehatan dalam mewujudkan hak atas pelayanan kesehatan bagi warga negara Indonesia. JPeHI: Jurnal Penelitian Hukum Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.61689/jpehi.v1i02.149

Herawati, C., & Bakhri, S. (2019). Ketimpangan pelayanan kesehatan dasar dan ekonomi di wilayah perbatasan. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 17–27. https://doi.org/10.31943/afiasi.v4i1.9

Hikmah, N., Noerjodianto, D., & Wardiah, R. (2023). Analisis spasial sebaran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kota Jambi. JIK: Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 236–241.

Idris, H. (2016). Ekuitas terhadap akses pelayanan kesehatan: Teori dan aplikasi dalam penelitian. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(2), 73–80. https://doi.org/10.26553/jikm.2016.7.2.73-80

Indonesia, R. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia, R. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Japar, M., Suryani, L. P., & Widiati, I. A. P. (2024). Hukum kesehatan ditinjau dari perlindungan hak asasi manusia. Jurnal Interpretasi Hukum, 5(1), 958–964.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Kemenkes dan Starlink akan sediakan akses internet di puskesmas terpencil dan terluar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kharisma, D. D. (2020). Healthcare access inequity within a social health insurance setting: A risk faced by Indonesia’s Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) program. Bappenas Working Papers, 3(1), 63–74.

Laksono, A. D., Ridlo, I. A., & Ernawaty, E. (2020). Distribution analysis of doctors in Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 29–39. https://doi.org/10.20473/jaki.v8i1.2020.29-39

Maulany, R. F., Dianingati, R. S., & Annisaa’, E. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi akses kesehatan. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 4(2), 142–149. https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i2.1161

Mentari, G. B., & Susilawati, S. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi akses pelayanan kesehatan di Indonesia. Jurnal Health Sains, 3(6), 767–773. https://doi.org/10.46799/jhs.v4i06.512

Misnaniarti, M., Hidayat, B., Pujiyanto, P., Nadjib, M., Thabrany, H., Junadi, P., Besral, B., Purwoko, B., Trihono, T., & Yulaswati, V. (2017). Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan dalam mendukung cakupan semesta Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1(1), 6–16. https://doi.org/10.22435/jpppk.v1i1.425

Noor, Z. A., Sekarningrum, T. D., & Sulistyaningsih, T. (2021). Disparitas perkotaan-perdesaan: Pemerataan dalam akses layanan kesehatan primer untuk lansia selama pandemi Covid-19. JPPI: Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 7(4), 576–585. https://doi.org/10.29210/020211249

Nurnaeni, N., & Bachri, S. (2024). Peran hukum dalam menjamin hak atas kesehatan: Analisis perlindungan hukum bagi pasien di Indonesia. Jurnal Berita Kesehatan, 17(2), 58–69. https://doi.org/10.58294/jbk.v17i2.204

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (2019).

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (2024).

Pribadi, F. A., & Setijaningrum, E. (2023). Analisis prinsip pembiayaan kesehatan dalam mendukung cakupan kesehatan semesta di Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 15(2), 60–78. https://doi.org/10.20473/jap.v15i2.49582

Rahmayani, C. K. (2023). Faktor hambatan dalam akses pelayanan kesehatan pada puskesmas di Indonesia: Scoping review. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(4), 1337–1344.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (2023).

Wardani, R., Dewi, D. A. S., Syafingi, H. M., & Suharso, S. (2019). Pelaksanaan kebijakan standar pelayanan minimal kesehatan Kabupaten Magelang tahun 2017-2019 dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Amnesti: Jurnal Hukum, 1(2), 56–70. https://doi.org/10.37729/amnesti.v1i2.646

Widyaningsih, P. (2020). Pemenuhan hak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atas manfaat pelayanan kesehatan yang bermutu di puskesmas dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Aktualita: Jurnal Hukum, 3(2).

Wulandari, R. D., & Laksono, A. D. (2019). Urban-rural disparity: The utilization of primary healthcare centers among elderly in East Java, Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(2), 147–154. https://doi.org/10.20473/jaki.v7i2.2019.147-154

Zudi, M., Suryoputro, A., & Arso, S. P. (2021). Analisis implementasi standar pelayanan minimal bidang kesehatan di Puskesmas Guntur I Kabupaten Demak. JKM: Jurnal Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 8(2), 165–179. https://doi.org/10.31596/jkm.v8i2.681

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Dafirly Salsadilla Dosanto, Riski Ananda Kusuma Putri, Alya Synthia Kurniawati, Muhammad Thufail Ariiq, Siti Fadila Nuramelia, Misshouw Meilany Putri, & Muhammad Abdul Azis. (2026). Tanggung Jawab Hukum Pemerintah Atas Ketimpangan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Pemenuhan Hak Atas Kesehatan di Indonesia. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 793–809. https://doi.org/10.62007/joumi.v4i2.849

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.