Peran Penyuluh Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan pada Remaja di Desa Huta Pasir

Authors

  • Imbang Desa Hasibuan Universitas Alwashliyah Medan
  • Nikmah Royani Harahap Universitas Alwashliyah Medan
  • Fathul Jannah Universitas Alwashliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.62007/joupi.v4i3.1056

Keywords:

Adolescents, Field Research, Guidance Process, Islamic Religious Counselor, Religious Values

Abstract

This study aims to describe the role of Islamic religious counselors in instilling religious values in adolescents in Huta Pasir Village, to identify the religious values instilled, and to examine the supporting and inhibiting factors in the guidance process. This research used a qualitative approach with a descriptive field research design. The data sources consisted of the main informant, namely the Islamic religious counselor, and supporting informants, including adolescents, mosque youth administrators, and community leaders. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was strengthened through source triangulation and technique triangulation.

The results of the study show that Islamic religious counselors play a role in instilling religious values in adolescents through informative, educative, consultative, and advocative functions. The religious values instilled include the values of faith, worship, and morality. The supporting factors in the guidance process include the support of community leaders and parents, the existence of mosque youth organizations, and the enthusiasm of some adolescents in participating in religious activities. Meanwhile, the inhibiting factors include the limited number of counselors, residential distance, the negative influence of social media, peer pressure, and the emergence of deviant religious understandings. Therefore, Islamic religious counselors have an important role in shaping the religious understanding, awareness, and behavior of adolescents in Huta Pasir Village.

References

Amirulloh. (2016). Analisis pengembangan kompetensi penyuluh agama pada Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memelihara kerukunan umat beragama. Young Progressive Muslim.

Asmawati, A., & Sunantri, H. S. (2023). Peran Penyuluh Agama Islam memberikan edukasi akhlak terhadap remaja di Desa Jongkong Kiri Tengah Kecamatan Jongkong. ILJ: Islamic Learning Journal, 1(3), 841–858.

Badan Narkotika Nasional. (2024, June 27). HANI 2024: Masyarakat bergerak, bersama melawan narkoba mewujudkan Indonesia Bersinar. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional, & Badan Pusat Statistik. (2024). Survei nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2023. Badan Narkotika Nasional.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Bate, N., & Yudi, W. (2022). Strategi penyuluh agama dalam meningkatkan kesadaran beragama remaja di Dusun Lombo’na Kabupaten Majene. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 4(1), 1–15.

Daradjat, Z. (2005). Ilmu jiwa agama. Bulan Bintang.

Derung, T. N., Mandonza, M., Suyatno, G. A., & Mete, A. (2022). Fungsi agama terhadap perilaku sosial masyarakat. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi, 2(11), 373–380.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. (2017). Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. (2022). Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 504 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil.

Dwiyono, H., & Hapsari, T. B. (2024). Optimalisasi peran penyuluh di bidang konseling Islam di KUA Wirobrajan Yogyakarta. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(1), 503–519.

Fauzia, W. O. N., Akib, N., Mayasari, R., & Syamsu, K. (2024). Peranan ta’lim Penyuluh Agama Islam dalam meningkatkan religiusitas remaja masjid. Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 3(2), 19–30.

Hidayanti, E. (2014). Reformulasi model bimbingan dan penyuluhan agama bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Jurnal Dakwah, 15(1), 83–109.

Hurlock, E. B. (1980). Developmental psychology: A life-span approach (5th ed.). McGraw-Hill.

Jalaluddin. (2010). Psikologi agama. Rajawali Pers.

Kartono, K. (2014). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. Rajawali Pers.

Kayuntami, D. H., & Hidayati, I. W. (2019). Penanaman nilai keagamaan pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak. Prosiding University Research Colloquium, 245–251.

Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. (2024, August 12). Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Kiarapedes laksanakan pembinaan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2017). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 426 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Agama melalui Penyesuaian/Inpassing.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 648 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Agama melalui Penyesuaian/Inpassing.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya: Edisi penyempurnaan 2019. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mudasir. (2008). Ilmu hadis. CV Pustaka Setia.

Muhaimin. (2002). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. PT Remaja Rosdakarya.

Sarwono, S. W. (2016). Psikologi remaja. Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Thoha, C. (1996). Kapita selekta pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.

World Health Organization, Regional Office for South-East Asia. (n.d.). Adolescent health. World Health Organization.

Zakiyah, Q. Y., & Rusdiana, A. (2014). Pendidikan nilai: Kajian teori dan praktik di sekolah. Pustaka Setia.

Ziaulhaq, W. (2022). Sosialisasi Penyuluh Agama Islam guna pencegahan penggunaan narkoba terhadap remaja di Kecamatan Besitang. Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD), 1(1), 45–50.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Imbang Desa Hasibuan, Nikmah Royani Harahap, & Fathul Jannah. (2026). Peran Penyuluh Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan pada Remaja di Desa Huta Pasir. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(3), 239–252. https://doi.org/10.62007/joupi.v4i3.1056

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.