Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Tata Kelola Organisasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Melalui Pendampingan Rapat Koordinasi

Authors

  • Abdul Wahid Mahsuni Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.62007/jouipi.v4i2.823

Keywords:

Community Empowerment, Coordination Meeting, Institutional Capacity, Organizational Governance, Nahdlatul Ulama

Abstract

This community service program aimed to strengthen the institutional capacity and organizational governance of the Nahdlatul Ulama (NU) Branch Board (Pengurus Ranting) of Tegalgondo Village, Karangploso District, Malang Regency. Religious community organizations at the village level frequently face challenges of weak administrative order, limited coordination among sub-village units, and low regeneration of local leadership. Using a participatory approach based on Asset-Based Community Development (ABCD), the program was carried out through mentoring a coordination meeting held on Sunday, June 14, 2026, attended by 25 board members and community representatives from Gondang, Ketangi, Babatan, and the IKIP housing complex. The activities included organizational mapping, facilitation of deliberation (musyawarah), preparation of a work program plan, and strengthening administrative documentation. The results showed increased participation of board members, including women (Muslimat) representatives, the formulation of an agreed work program, improved meeting administration, and stronger silaturahmi (social cohesion) among sub-village units. This program indicates that participatory mentoring of coordination meetings is an effective entry point for building sustainable governance of village-level religious organizations.

References

Arifin, Z., & Hidayat, R. (2022). Penguatan tata kelola organisasi keagamaan berbasis komunitas di tingkat desa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 145–156.

Aziz, A. (2021). Nahdlatul Ulama dan pemberdayaan masyarakat pedesaan: Perspektif sosiologi organisasi. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 33–48.

Bakri, M., & Susanto, H. (2023). Pendampingan manajemen organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Malang. Jurnal Abdimas Nusantara, 5(1), 12–24.

Chambers, R. (2017). Can we know better? Reflections for development. Practical Action Publishing.

Dureau, C. (2013). Pembaru dan kekuatan lokal untuk pembangunan. Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II.

Fadli, M., & Rahmawati, N. (2022). Model penguatan kapasitas kelembagaan organisasi sosial keagamaan melalui pendekatan partisipatif. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 89–101.

Fahrudin, A. (2020). Pemberdayaan, partisipasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Humaniora.

Hasan, N. (2021). Regenerasi kepemimpinan organisasi Islam di tingkat akar rumput. Jurnal Studi Keislaman, 21(2), 210–225.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2016). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi. Pustaka Pelajar.

Kurniawan, A., & Sari, D. P. (2023). Penguatan administrasi organisasi kemasyarakatan melalui pendampingan tata kelola dokumen. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 6(3), 178–190.

Mahfudh, S. (2019). Nuansa fiqih sosial (Edisi revisi). LKiS.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Muhaimin, A., & Zubaidah, S. (2022). Peran Muslimat NU dalam penguatan modal sosial masyarakat desa. Jurnal Perempuan dan Anak, 6(1), 55–68.

Mulyadi, D. (2021). Manajemen organisasi nirlaba berbasis nilai keagamaan. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 12(3), 201–214.

Nugroho, H., & Prasetyo, B. (2023). Asset-Based Community Development (ABCD) sebagai strategi pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 44–57.

Putra, R. A., & Wahyuni, S. (2022). Musyawarah sebagai instrumen tata kelola organisasi komunitas muslim pedesaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 133–147.

Rahardjo, M. (2020). Metodologi pengabdian masyarakat berbasis riset partisipatoris. UIN-Maliki Press.

Siddiq, A. (2018). Khittah Nahdliyah (Cetakan ulang). Khalista.

Soetomo. (2018). Pemberdayaan masyarakat: Mungkinkah muncul antitesisnya? Pustaka Pelajar.

Sulaiman, M., & Anwar, K. (2023). Penguatan kelembagaan ranting organisasi keagamaan melalui rapat koordinasi terstruktur. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 98–110.

Wibowo, A., & Handayani, T. (2022). Kepemimpinan lokal dan transformasi sosial pada organisasi kemasyarakatan. Jurnal Kepemimpinan dan Kebijakan, 9(1), 15–29.

Zulkarnain, I. (2021). Modal sosial jamaah dan keberlanjutan organisasi keagamaan tingkat desa. Jurnal Sosial Keagamaan, 14(2), 167–182.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Abdul Wahid Mahsuni. (2026). Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Tata Kelola Organisasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Melalui Pendampingan Rapat Koordinasi. Jurnal Insan Pengabdian Indonesia, 4(2), 365–372. https://doi.org/10.62007/jouipi.v4i2.823

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.